Blog Justin Taylor memuat press release yg menarik tentang publisher Injili terbesar di Amerika yang membawa ke pengadilan website biblecentre.net berbasis di Inggris yang selama beberapa tahun terakhir menyediakan resources theologia online untuk research, persiapan kotbah, etc. Masalahnya, semua resources tersebut (buku, commentaries, etc.) dia upload secara ilegal tanpa izin. Posting ini mengundang banyak komentar menarik tentang isu Copyright dan Iman Kristen. Baca selengkapnya disini.
Yang menarik adalah jika ada orang Kristen yang download atau upload materi secara ilegal, itu berarti mereka percaya bahwa iman Kristen tidak ada kaitannya dengan isu Intellectual Property Rights. Apalagi kalau yang didownload atau upload itu adalah materi teologi yang berguna untuk pertumbuhan iman pribadi atau orang lain. Ini isu menarik!
Bagi orang Asia, khususnya orang Indonesia, yang saya kira jauh lebih cuek, lebih tidak sadar soal copyright, isu ini kelihatannya tidak relevan. Namun di era dimana semakin banyak hal yang bisa di-digitized (audio, video, papers, poems, books, arts, sermons, etc.), ini isu penting yg kudu dibahas juga sbg orang Kristen yg ingin hidup memuliakan Allah dalam segala aspek.
Beberapa isu yang relevan mulai dari fotocopy textbook (sebuah budaya mahasiswa Indonesia, termasuk mahasiswa teologi, yg menghidupi begitu banyak bisnis fotocopy di seputar kampus) sampai ke masalah 'pulpit plagiarism' (si pengkotbah comot naskah kotbah orang lain lalu dia kotbahkan persis sama sedemikian sehingga jemaat pikir itu hasil kerja keras studi dan meditasi - dan ini lebih mudah terjadi kalau yang di-comot adalah teks bahasa Inggris dari Internet yg lalu dikotbahkan dalam bahasa Indonesia dihadapan jemaat di kota kecil yg relatif tidak demen browsing internet, apalagi URL yg berisi naskah kotbah).
Tahun lalu di sebuah conference, saya lunch dengan seorang pastor bule dari Canada yg sedang mengambil doctorate di bidang leadership dan juga bekerja part-time sbg profesional. Ketika kita sampai pada topik bgmana kita persiapan kotbah disela-sela kesibukan yang ada, dia bilang ke saya bahwa tiap minggu dia ke website-nya Rick Warren atau pengkotbah sejenis yg memang meng-encourage orang utk beli teks kotbah mereka. Pastor tsb pilih tema kotbah yg sesuai tema yg akan dia bawakan, lalu beli naskah kotbahnya US$2.99. Besok pagi dia kotbahkan itu. Saya kaget setengah mati!
Bagaimana pendapat Anda?